Jangan Remehkan Maag dan GERD: Ini Bedanya dan Cara Ampuh Mengatasinya
Sering merasa perih di ulu hati atau asam lambung naik sampai ke tenggorokan? Kenali perbedaan maag dan GERD serta tips mudah mengatasinya agar aktivitas kembali nyaman.
6/8/20261 min read


Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sakit maag mungkin terdengar sudah sangat biasa. Namun, akhir-akhir ini istilah GERD juga semakin sering terdengar. Meski sama-sama menyerang lambung, keduanya ternyata memiliki perbedaan yang cukup penting untuk diketahui agar Anda tidak salah mengobatinya.
Sakit Maag: Biasanya berupa peradangan pada dinding lambung yang memicu rasa perih, mual, atau kembung di area ulu hati setelah atau sebelum makan.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease): Kondisi yang lebih serius di mana asam lambung naik kembali ke arah kerongkongan. Gejalanya khas, yaitu muncul rasa panas seperti terbakar di dada (heartburn) dan mulut terasa pahit atau asam.
Tips Sederhana Mencegah dan Mengatasi Kamatnya Lambung:
Makan Tepat Waktu: Hindari melewatkan jam makan, dan cobalah makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering.
Hindari Makanan Pemicu: Kurangi makanan yang terlalu pedas, asam, bersantan, serta minuman berkafein seperti kopi atau teh pekat saat lambung sedang tidak bersahabat.
Jangan Langsung Rebahan: Setelah makan, beri jeda minimal 2 sampai 3 jam sebelum Anda memutuskan untuk tidur atau berbaring.
Sakit lambung yang dibiarkan terus-menerus bisa mengganggu kualitas hidup dan memicu komplikasi lain. Jika keluhan Anda tidak kunjung membaik, segera kunjungi klinik kami untuk mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang tepat dari tim dokter kami.
Klinik Kemanggisan Medical Center, Layanan Prima Pilihan Keluarga
© 2025. All rights reserved.
